• Breaking News

    Senin, 28 November 2016

    SEORANG KAKEK Gatot Nurmantyo Siswa Kopassus Paling Tua, Lulus Pada Umur 55 Tahun

    Gatot Nurmantyo Siswa Kopassus Paling Tua, Lulus Pada Umur 55 Tahun


    https://beritasegala.blogspot.co.id

     
    Gatot lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960. Namun sejatinya ayahnya datang dari Solo serta ibunya dari Cilacap. Gatot di besarkan dari keluarga yang berlatar militer pejuang begitu kental. Bapak Gatot, bernama Suwantyo, seseorang pejuang kemerdekaan yang pernah jadi Tentara Pelajar. Di saat perang kemerdekaan ayahnya bertugas dibawah komando Jenderal Gatot Subroto. Dari nama tokoh militer kharismatik tersebut, ayahnya lalu berikan nama anaknya “Gatot”.

    Bapak Gatot pensiun dengan pangkat paling akhir Letnal Kolonel Infanteri serta pekerjaan paling akhir sebagai Kepala Kesehatan Jasmani di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Sedang ibunda Gatot, anak seseorang Kepala Pertamina di Cilacap, mempunyai tiga orang kakak kandung yang mengabdi sebagai prajurit TNI AD, TNI-AL serta TNI-AU.

    Lantaran anak tentara, mulai sejak kecil Gatot hidup berpindah-pindah. Sesudah dari Tegal, ia geser ke Cimahi, Jawa Barat, sampai kelas 1 Sekolah Basic. Kemudian ia geser Cilacap hingga kelas 2 SMP. Lantas ia geser ke Solo sampai tamat SMA.

    Sesungguhnya Gatot menginginkan jadi arsitek. Maka dari itu ia mendaftar ke Kampus Gadjah Mada (UGM). Namun tahu anaknya ingin masuk UGM, ibundanya berpesan : “Ayahmu cuma seseorang pensiunan. Bila anda masuk UGM, jadi adik-adikmu dapat tak sekolah. ” Mendengar hal itu, Gatot beralih haluan.

    Diam-diam dia pergi ke Semarang, mendaftar Akabri lewat Kodam Diponegoro. Sekembalinya dari Semarang, ia memberitahukan ibunya kalau ia telah mendaftar ke Akabri. Ibunya segera mengizinkan dengan pesan, “Jika anda jadi tentara, anda mesti jadi anggota RPKAD. ” Menurut Gatot, ibunya terobsesi anaknya jadi anggota RPKAD lantaran tempat tinggal orangtua ibunya dekat dengan markas RPKAD di Cilacap.

    Sesudah lulus Akabri 1982, Gatot berupaya masuk jadi anggota Kopassus (nama baru RPKAD). Namun dalam usaha pertama ia tak di terima. Pada saat selanjutnya, sesudah berpangkat Kapten, waktu bertugas di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumsel, ia kembali mendaftar masuk Kopassus. Kembali tak di terima. Sesungguhnya peluang itu telah habis. Namun Gatot tak pernah menyerah. Ia selalu berdoa pada Allah SWT supaya satu hari dapat di terima jadi prajurit Kopassus.

    Peluang itu pada akhirnya datang sesudah ia menjabat KSAD (25 Juli 2014–15 Juli 2015). Tidak lama sesudah pelantikan, Gatot memanggil Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo serta mengemukakan tujuannya menginginkan mendaftar pendidikan Kopassus. Namun Agus Sutomo mengemukakan, “Tidak usah turut pendidikan Pak, kelak Ayah saya kasih brevet kehormatan saja”. Namun Gatot menampik. Ia bersikukuh ingin memperoleh baret merah lewat jalur normal.

    Jadi masuklah Gatot jadi siswa Kopassus. Ia ikuti semuanya prosedur normal, dari mulai pendaftaran, ujian, sampai penyematan brevet komando serta baret di pantai Cilacap. Karenanya, ia mesti lewat ujian yang keras, diantaranya senam jam 2 pagi, lantas di rendam di kolam suci Kopassus di Batujajar. Lalu longmarch, sampai berenang militer sepanjang lebih 2 jam dari pantai Cilacap ke pulau Nusakambangan. Bahkan juga Gatot juga ikuti pendidikan Sandi Yudha yang satu diantara ujiannya mesti menyusup masuk ke satu tempat yang terkunci serta dikawal ketat oleh prajurit Kopassus. Ia lolos mulus.

    Gatot pada akhirnya diyatakan lulus semuanya bagian serta resmi diangkat jadi keluarga besar Korps Baret Merah di pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah, pada 2 September 2014. Tak seperti “brevet kehormatan” Kopassus yang disematkan di dada samping kiri penerimanya, brevet pasukan komando itu disematkan di dada samping kanan Gatot, sebagai sinyal ia menerimanya lewat prosedur semestinya yang perlu dilewati tiap-tiap prajurit Kopassus.

    Sesudah resmi jadi prajurit Kopassus, Gatot naik helikopter dari Cilacap ke Kartosuro (Markas Group 2 Kopassus). Masihlah berbaret merah, gunakan loreng, darah mengalir, masihlah gunakan hitam-hitam samaran serta masihlah bau lumpur, ia segera menuju makam ke-2 orang tuanya di Solo. Di depan makam ke-2 orang tuanya itu ia berikan hormat serta mengemukakan, ”Ibu saya telah menunaikan pekerjaan. ”
    Serta itu berlangsung waktu Gatot berumur 55 th.. 
     
     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pasar QQ

    Image and video hosting by TinyPic

    Pasar Poker


    Image and video hosting by TinyPic

    WarnetQQ

    Image and video hosting by TinyPic